
Pasuruan – Memasuki malam 10 Muharram tepatnya pada hari Rabu, 24 Juni 2026 yang sarat akan nilai spiritual, keluarga besar Pondok Pesantren Singa Putih Munfaridin kembali menundukkan hati dalam majelis dzikir dan muhasabah.
Momen ini bukan sekadar pergantian kalender, melainkan ruang bagi para santri dan keluarga besar pesantren untuk melakukan “pembersihan” serta “penyinaran” jiwa agar semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Sebagaimana bait syair yang menggema di majelis malam ini, 10 Muharram menjadi waktu yang istimewa untuk memfokuskan diri pada proses dzikir dan shodaqoh sirri (sedekah rahasia).
Langkah ini ditempuh sebagai upaya untuk mensucikan hati dari segala noda, dengan harapan agar Allah SWT berkenan meninggikan derajat serta pangkat kita. Lebih jauh lagi, doa-doa yang dipanjatkan malam ini adalah bentuk ikhtiar agar anak cucu kita kelak menjadi generasi yang mulia di sisi-Nya.

Perjuangan untuk mencapai kemuliaan tersebut memang tidak selalu mudah. Ada banyak jalan terjal dan kesulitan yang harus dilalui dengan keikhlasan. Namun, sebagai orang tua dan pendidik yang telah memikul amanah besar, kita sadar bahwa berjuang di jalan Allah adalah sebuah keniscayaan.
Berjuang bukanlah tentang kemudahan, melainkan tentang kesiapan untuk berkorban. Karena pada akhirnya, pengorbanan itulah yang akan menjadi ukuran sejauh mana kesungguhan kita dalam mengabdi kepada Sang Pencipta.

Melalui momentum 10 Muharram ini, mari kita terus menata setiap langkah dan menyelesaikan tanggung jawab kita dengan penuh ketaatan. Semoga segala ikhtiar, doa, dan kesabaran yang kita tanam hari ini, kelak akan membuahkan kemuliaan bagi diri kita dan generasi penerus yang kita cintai.
Penulis: Syarif Hidayatulloh, S. S.
Lokasi: Pondok Pesantren Salaf Modern Singa Putih Munfaridin
Tanggal: 24 Juni 2026

