Pondok Pesantren Singa Putih Munfaridin

Dzikir - Pikir - Karir

Sekapur Sirih

Trendsetter dalam pembentukan Pemimpin yang cerdas, Bertaqwa, Berkarakter, Intelek, dan memiliki rasa kebangsaan yang tinggi agar menjadi sociopreneur muslim yang tangguh

MTs-MA Unggulan Singa putih adalah lembaga pendidikan formal yang diasuh oleh Romo KH. Saifulloh Arif Billah, SPM yang berdiri di bawah naungan Pondok Pesantren Singa Putih Munfaridin di Prigen Kabupaten Pasuruan. Lembaga pendidikan formal ini lahir sebagai wujud pembaruan dari Pondok Pesantren Salaf yang telah ada sejak tahun 1992. Dengan demikian, konsep pembelajaran akhlak dan ibadah diterapkan secara  komprehensif sesuai budaya salafiyah kepada santri-santrinya.

MTs MA Unggulan Singa Putih hadir dengan konsep modern yang siap bersaing dalam bentuk generasi muslim yang unggul, cerdas, bertaqwa, berkarakter, intelek, dan memiliki rasa kebangsaan yang tinggi. Lembaga pendidikan yang menyediakan asrama wajib untuk santriwan dan santriwati dengan pengawasan pendidikan 24 jam.

Profil Pondok Pesantren
Singa Putih Munfaridin

Pesantren Singa Putih Munfaridin adalah sebuah pondok pesantren salaf lepas biaya yang berdiri pada tahun 1992 di Dusun Sentong Desa Lumbangrejo Kecamatan Prigen Kab Pasuruan. Penggunaan lambang Singa Putih merupakan cerminan semangat, kemauan dan kerja keras seorang penempuh jalan spiritual (salik) dalam membersihkan jiwa dengan tekad menjalankan segala bentuk perintah dan berani menjauhi larangan Allah swt beserta rasul. Proses pendidikan Salafiyah dengan konsep lepas biaya diterapkan sebagai  bentuk komitmen Kyai dalam bekerja keras memperjuangkan syiar Islam dan memajukan tanah air melalui pendidikan.

Penamaan Singa Putih Munfaridin sendiri diawali dengan proses riyadho yang dilakukan oleh Romo KH Saifulloh Arif Billah di makam Mbah Kyai Muhdor Sangeng Bangil. Dilanjutkan proses riyadhoh kedua pada tahun 1984 berjalan kaki menuju makam Mbah Abu Syamsudin Batu Ampar dengan berjalan kaki dari Dusun Sentong Desa Lumbangrejo Prigen tanpa membawa bekal apapun. Setelah melalui istiqomah 40 hari, disanalah beliau mendapat petunjuk untuk mencari pesantren yang airnya bersih dan sumbernya banyak.

Petunjuk tersebut kemudian mengantarkan beliau ke Pondok Pesantren Raudlotul Muta’alimin Canggu Kediri yang di asuh oleh KH. Badri dan melakukan tirakat disana. Proses Riyadho ketiga dilakukan dengan berjalan kaki mengelilingi tanah sumatera tanpa mebawa bekal, tujuannya melatih sifat ketawakkalan. Dalam perjalanan tersebut, Romo KH M Syaifulloh Arif Billah dihadang oleh sekelompok preman yang menancapkan keris ke perut beliau, namun dengan izin Allah keris tersebut menjadi leleh dan membuat sekelompok preman tersebut menjadi tunduk tak berdaya.

Melalui program dzikir dan pembiasaan ibadah sunnah secara intensif dan komprehensif, santri dilatih untuk menguasai jiwanya guna meningkatkan kecerdasan spiritual dan emosionalnya.

Konsep pendidikan pesantren lepas biaya yang diterapkan membuat pesantren harus bisa survive dalam mencukupi kebutuhannya sendiri dan santri.

Untuk itu di sela kegiatan proses pembelajaran ilmu agama di pesantren, santri juga di beri arahan untuk melakukan kegiatan socio preneur dalam bimbingan Romo Kyai.

Adapun bentuk-bentuk usaha tersebut berupa praktek kegiatan agribisnis, ternak, kerajinan dan wirausaha.

Namun seiring berkembangnya zaman, proses pendidikan salaf dirasa belum cukup untuk menjawab tantangan global dunia.

Maka pada tahun 2017 mulailah diterapkan sistem pendidikan baru yang mengkolaborasikan sistem salaf dan modern.

Hal ini diwujudkan dengan hadirnya Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah di lingkungan pesantren.

Lembaga pendidikan yang dibangun dengan kerja keras dan cita-cita tinggi untuk mencetak para kader muslim sebagai pemimpin, konglomerat dan ulama dunia melalui bentuk pembelajaran yang inovatif dan komprehensif dalam bimbingan Romo Kyai.