
Pasuruan – Bertempat di lingkungan Pondok Pesantren Salaf Modern Singa Putih Munfaridin, rutinitas “Ngaji Jumat Malam Sabtu” kembali digelar pada 19 Juni 2026. Majelis yang penuh khidmat ini menjadi sarana bagi para santri untuk kembali menata hati dan memperbaiki kualitas diri agar dicintai oleh Allah SWT.
Dalam kesempatan tersebut, disampaikan renungan mendalam dari Al-Qur’an, tepatnya QS. Al-Baqarah ayat 195 yang berbunyi:
اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِيْنَ
Artinya: Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.
Ayat yang juga termuat dalam buku Iling-ilingan halaman 42 ini menjadi pedoman utama bahwa nilai seorang hamba di mata Sang Pencipta diukur dari kebaikan perbuatannya.

Sebagaimana pesan yang disampaikan, seseorang dianggap “bagus” bukan karena rupa, melainkan karena:
- Laku lampah (perilakunya) yang benar.
- Amal yang saleh.
- Akhlak yang terpuji.
Ketiga unsur inilah yang menjadi magnet bagi turunnya kecintaan Allah SWT kepada seorang hamba.

Pengajian ini juga menekankan pentingnya menata kehidupan di dunia dengan prinsip yang teguh. Santri diajak untuk:
- Hidup yang tertata: Melalui ketaatan, kesabaran, dan rasa syukur.
- Transformasi diri: Segera bertaubat, memperbaiki diri, dan melakukan perubahan ke arah yang lebih baik agar hidup menjadi mulia.
Para santri dan jama’ah diingatkan bahwa dunia hanyalah persinggahan sementara. Saat ajal menjemput, harta benda tidak akan dibawa serta; hanya amal salehlah yang menemani. Oleh karena itu, santri dituntut untuk cerdas dalam menjalani hidup, memprioritaskan bekal akhirat di atas segalanya.
Pada quote yang berbunyi: “Bangunlah jiwamu, jasadmu, ilmumu, dan wawasanmu”, para santri dan jama’ah diingatkan untuk senantiasa mensyukuri setiap nikmat, menjaga istiqomah dengan penuh kekuatan, serta terus menancapkan tauhid di dalam hati.

Pesan tersebut sangat mendalam, sehingga bisa dijadikan pengingat agar senantiasa selalu terhubung kepada Allah SWT dalam setiap langkah kehidupan. Semoga dengan majelis ini, semangat santri untuk menjadi pribadi muhsin (orang yang berbuat baik) semakin kokoh demi meraih derajat yang mulia di sisi Allah SWT.

