
Pasuruan — Pondok Pesantren Singa Putih Munfaridin resmi menggelar ajang Singa Putih Individual Archery Competition (SPICO) 2026, sebuah turnamen panahan bergengsi yang untuk pertama kalinya diselenggarakan di lingkungan PP. Singa Putih Munfaridin. Kegiatan ini menjadi wadah bagi para pegiat panahan untuk mengasah kemampuan sekaligus menjalin silaturahmi dalam semangat sportivitas.
Kompetisi akan dilaksanakan pada Ahad, 10 Mei 2026, mulai pukul 07.00 hingga 16.00 WIB, bertempat di lingkungan Pondok Pesantren Singa Putih Munfaridin, Dusun Sentong, Lumbangrejo, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur (https://maps.app.goo.gl/2LZyd4CrSVsgxrMA7). Lokasi ini dipilih sebagai pusat kegiatan yang mendukung suasana kompetisi sekaligus nuansa edukatif khas pesantren.
SPICO 2026 membuka beberapa kategori berdasarkan usia dan jarak tembak sebagai berikut:
KATEGORI:
– U9 PUTRA/PUTRI (5 meter) maks. lahir 2017
– U12 PUTRA/PUTRI (10 meter) maks. lahir 2014
– U18 PUTRA/PUTRI (15 meter) maks. lahir 2008
Pendaftaran peserta dibuka hingga 5 Mei 2026, atau sewaktu-waktu dapat ditutup lebih awal apabila kuota telah terpenuhi. Untuk rincian biaya, nomor rekening, serta link pendaftaran sebagai berikut:
– PEGIAT: Rp 101.000
– OFFICIAL: Rp 51.000
TRANSFER KE:
BRI : 055001000285562
Yayasan Asadul Abyadh
LINK PENDAFTARAN:
https://bit.ly/4pHFHpP
Melalui penyelenggaraan SPICO 2026, Pondok Pesantren Singa Putih Munfaridin berharap dapat mendorong tumbuhnya minat olahraga panahan di kalangan generasi muda, sekaligus menghadirkan ajang kompetisi yang sehat, kompetitif, dan inspiratif. Kegiatan ini juga telah memperoleh surat rekomendasi dari Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota se-Jawa Timur dengan nomor B-1350/Kw.13.02/HM.01/04/2026 sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan kegiatan positif berbasis pendidikan dan olahraga.
Panitia turut mengajak para peserta untuk mengundang rekan, saudara, maupun komunitas panahan lainnya agar dapat meramaikan ajang ini. Dengan semangat kebersamaan dan sportivitas, SPICO 2026 diharapkan menjadi langkah awal lahirnya tradisi kompetisi panahan yang berkelanjutan di lingkungan pesantren.


