Singa Putih Munfaridin
  • Home
  • Tentang Pondok
    • Profil Pondok
    • Makna Lambang Singa Putih Munfaridin
    • Galeri
    • Pengajar
  • Kegiatan Pondok
    • Kegiatan Harian
    • Kegiatan Hari Ahad
  • Lembaga Pendidikan
    • MTs Unggulan Singa Putih
    • MA Unggulan Singa Putih
    • SPM Putra
    • SPM Putri
  • Prestasi
  • Informasi PSB
  • Blog
  • SPM UMROH
  • Alumni
  • Login
June 2, 2026 by syarif

Mengisi Sisa Umur dengan Mendekat kepada Allah SWT

Mengisi Sisa Umur dengan Mendekat kepada Allah SWT
June 2, 2026 by syarif

Ngaji Ahad Sore di PP. Singa Putih Munfaridin

Pasuruan – Pada ahad sore, 31 Mei 2026, kegiatan Ngaji Ahad Sore kembali dilaksanakan dengan penuh khidmat di lingkungan Pondok Pesantren Singa Putih Munfaridin. Kajian kali ini mengangkat tema tentang pentingnya memanfaatkan sisa umur untuk semakin mendekat kepada Allah SWT, sebagaimana termuat dalam syair yang dibahas dari Buku Iling-Ilingan halaman 67 serta dikaitkan dengan kandungan QS. Al-Jumuah ayat 10.

Dalam kajian tersebut, jamaah diajak memahami bahwa kehidupan di zaman sekarang menuntut manusia untuk lebih berhati-hati dalam menjalani kehidupan. Berbagai tantangan, godaan, dan persoalan yang semakin kompleks sering kali membuat manusia terlena dan melupakan tujuan utama kehidupannya.

Urip onok ing zaman sak niki
Ayo ningkatno ati ati
Ayo belajar cidek ing Gusti
Supoyo kabeh den cukupi

Melalui bait syair tersebut, Gus Farid selaku Pengasuh PP. Singa Putih Munfaridin mengajak para jamaah untuk senantiasa belajar mendekat kepada Allah SWT. Kedekatan kepada Allah bukan hanya melalui ibadah ritual semata, tetapi juga melalui kesadaran bahwa seluruh kebutuhan hidup sejatinya berada dalam kuasa-Nya. Ketika seseorang menggantungkan harapan kepada Allah, maka akan tumbuh ketenangan dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan.

Kajian kemudian menyoroti pentingnya sikap tawadhu’ atau rendah hati di hadapan Allah SWT. Menurut beliau, manusia sering kali merasa mampu menyelesaikan segala persoalan dengan kekuatannya sendiri, padahal sejatinya semua kemampuan berasal dari Allah.

Ayo belajar tawadhu’ ing Alloh
Dunyo lan akherate ben biso mulyo

Sikap tawadhu’ akan mengantarkan seseorang kepada kemuliaan, baik di dunia maupun di akhirat. Semakin seseorang menyadari kelemahannya di hadapan Allah, maka semakin besar pula peluang baginya untuk mendapatkan pertolongan dan kasih sayang-Nya.

Dalam pembahasan berikutnya, jamaah diajak merenungkan bahwa kehidupan tidak pernah lepas dari berbagai ujian dan masalah. Bahkan sering kali persoalan datang silih berganti hingga akhir hayat manusia.

Kadang urip sumpek lan susah
Uripe den kawal masalah
Masalah e gak mari mari
Sampak tumekani pati

Namun demikian, beliau menjelaskan bahwa tidak semua kesulitan merupakan bentuk keburukan. Dalam banyak keadaan, ujian justru menjadi tanda kasih sayang Allah kepada hamba-Nya. Melalui ujian, Allah mendidik manusia agar semakin sabar, kuat, dan dekat kepada-Nya.

Pancen soro yen di sayang Gusti
Dhohir batin e di awasi

Menurut penulis, bagian syair ini mengandung pesan yang sangat mendalam. Tidak sedikit manusia yang menganggap cobaan sebagai tanda kebencian Allah, padahal bisa jadi ujian tersebut merupakan bentuk perhatian dan kasih sayang-Nya agar hamba tersebut kembali mengingat Allah dan memperbaiki dirinya.

Kajian juga mengingatkan bahwa Allah memiliki banyak cara untuk memuliakan manusia. Sayangnya, tidak semua orang mampu memahami hikmah di balik setiap peristiwa yang dialaminya.

Sewu macem carane Alloh
Oleh e mulya’no menungso
Menungsone kang ora ngerti
Yen iku di kasihi Gusti

Padahal pada hakikatnya, seluruh manusia menginginkan kasih sayang Allah SWT. Karena itu, salah satu jalan untuk meraih kasih sayang tersebut adalah dengan memperbanyak kesabaran dalam menghadapi ujian kehidupan.

Sing sabar di sayang Alloh
Sing murko di bendu Alloh

Melalui pesan ini, para jamaah diajak untuk tidak mudah marah, mengeluh, ataupun berputus asa ketika menghadapi kesulitan. Sebaliknya, kesabaran harus menjadi bekal utama dalam menjalani kehidupan.

Di penghujung kajian, Gus Farid memberikan nasihat agar jamaah tidak pernah berhenti belajar, mengaji, berdzikir, dan mengingat Allah SWT dalam setiap keadaan.

Mulo ayok belajar mikir
Ojok leren ngaji lan dzikir
Ojok sampek ninggal tasbih
Supoyo biso mentas kabeh

Dzikir dan tasbih menjadi sarana bagi seorang hamba untuk memperoleh ketenangan hati sekaligus jalan keluar dari berbagai persoalan yang dihadapi. Ketika seluruh ikhtiar telah dilakukan, maka langkah selanjutnya adalah memasrahkan segala urusan kepada Allah SWT.

Ing ndalem sedoyo masalah
Kabeh pasrahno Alloh Ta’ala

Sebagai penutup, jamaah diingatkan agar menjalani kehidupan dengan penuh keyakinan dan optimisme. Keraguan hanya akan melemahkan langkah manusia, sedangkan keyakinan kepada pertolongan Allah akan menghadirkan kekuatan dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

Mulo urip ngunu ojok mamang
Supoyo kabeh biso menang

Kajian Ngaji Ahad Sore kali ini menjadi pengingat berharga bahwa sisa umur yang dimiliki hendaknya digunakan untuk semakin mendekat kepada Allah SWT. Dengan memperbanyak kesabaran, menjaga kerendahan hati, istiqamah dalam mengaji dan berdzikir, serta memasrahkan segala urusan kepada Allah, seorang hamba akan mampu menjalani kehidupan dengan lebih tenang dan penuh keberkahan hingga akhir hayatnya.

Previous articleRatusan Jamaah Ikuti Sholat Idul Adha 1447 H di Pondok Pesantren Singa Putih Munfaridin

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

About The Blog

Nulla laoreet vestibulum turpis non finibus. Proin interdum a tortor sit amet mollis. Maecenas sollicitudin accumsan enim, ut aliquet risus.

Recent Posts

Mengisi Sisa Umur dengan Mendekat kepada Allah SWTJune 2, 2026
Ratusan Jamaah Ikuti Sholat Idul Adha 1447 H di Pondok Pesantren Singa Putih MunfaridinMay 27, 2026
Para Santri Singa Putih di Ajak untuk Merenungi Hakikat Kehidupan sebagai Titipan AllahMay 22, 2026

Categories

  • Berita Pondok
  • Uncategorized

Meta

  • Log in
  • Entries feed
  • Comments feed
  • WordPress.org

Tentang Singa Putih Munfaridin

MTS / MA UNGGULAN SINGA PUTIH adalah lembaga pendidikan formal yang diasuh oleh Romo KH. Saifulloh Arif Billah, SPM yang berdiri di bawah naungan Pondok Pesantren SINGA PUTIH MUNFARIDIN di Prigen Kabupaten Pasuruan.

Lokasi

PP SINGA PUTIH MUNFARIDIN dan MTS / MA UNGGULAN SINGA PUTIH:
Sentong, Lumbangrejo, Prigen 67157, Pasuruan, Jawa Timur, Indonesia

Contact

(0343) 884627
info@singaputihmunfaridin.sch.id
Senin - Sabtu (08.00 - 16.00 WIB)

Recent Posts

Mengisi Sisa Umur dengan Mendekat kepada Allah SWTJune 2, 2026
Ratusan Jamaah Ikuti Sholat Idul Adha 1447 H di Pondok Pesantren Singa Putih MunfaridinMay 27, 2026
Para Santri Singa Putih di Ajak untuk Merenungi Hakikat Kehidupan sebagai Titipan AllahMay 22, 2026
singaputihmunfaridin.sch.id | 2025
Butuh bantuan?
WhatsApp
Assalamu'alaikum... Ada yang bisa kami bantu?
Open chat
Powered by Joinchat