
Pasuruan – Pondok Pesantren Singa Putih Munfaridin kembali menggelar kegiatan rutin pengajian keagamaan. Pada agenda Ngaji Jumat Malam Sabtu yang dilaksanakan tanggal 31 Juli 2026, para santri diajak untuk senantiasa mawas diri dan membersihkan hati dari sifat-sifat tercela, khususnya sifat hasut (iri dan dengki). Kajian malam ini merujuk pada pedoman QS. An-Nisa ayat 32 serta dikaitkan dengan pesan berharga dari Buku Iling-Ilingan halaman 42 yang berbunyi: “Bangunlah jiwamu, jasadmu, ilmumu, dan wawasanmu.“
Bahaya Sifat Hasut yang Mengikis Amal
Dalam bait-bait syair pengajian tersebut, para santri diingatkan agar senantiasa berhati-hati terhadap bahaya sifat hasut. Diibaratkan seperti api yang melalap kayu hingga yang tersisa hanya arang hitam, sifat hasut ternyata mampu menghanguskan dan meludeskan pahala amal kebaikan yang suci.

Oleh karena itu, tujuan utama dari pelaksanaan kegiatan dzikir dan ngaji secara istiqomah adalah untuk membersihkan berbagai kotoran yang melekat di dalam hati.
Hati yang Bersih Membawa Kemuliaan dan Ketenangan
Ketika hati seseorang telah bersih dari sifat-sifat buruk, segala urusan akan menjadi lebih mudah dijalankan. Kiasan yang indah disampaikan dalam syair tersebut:
- Jika hati bersih bagaikan berlian, maka segala kebaikan dapat menjadi kenyataan.
- Jika hati bagaikan mutiara, Insya Allah hidup akan senantiasa meraih kemuliaan.
- Jika hati bagaikan emas, Insya Allah hidup tidak akan merasa panas atau gelisah.
- Jika hati bagaikan intan, pelaksanaan dzikir dan ngaji akan semakin mantap dan jelas arahnya.
Melalui pembinaan spiritual ini, para santri diajak untuk bersama-sama meningkatkan kualitas diri, menyelaraskan pembangunan jiwa dan raga, serta menunaikan tugas-tugas utama dengan penuh keikhlasan demi menggapai keberkahan hidup dunia dan akhirat.
- Penulis: Syarif Hidayatulloh, S. S.
- Lokasi: PP. Singa Putih Munfaridin, Pasuruan
- Tanggal: 31 Juli 2026

