
Pasuruan – Keluarga besar Pondok Pesantren Singa Putih Munfaridin kembali menyelenggarakan kegiatan pengajian rutin mingguan. Pada majelis Ngaji Kamis Malam Jumat Pon yang dilaksanakan tanggal 17 September 2026, para santri dan jemaah mengkaji rujukan dari QS. Al-Waqiah ayat 7–12 serta pedoman dari Buku Iling-Ilingan halaman 263 yang berpesan: “Setiap orang mengalami yang berbeda-beda semoga kita diberi kemudahan oleh Alloh Ta’ala”.

Memahami Sunnatullah dan Dinamika Kehidupan Dunia
Dalam tausiyah yang disampaikan, diingatkan bahwa segala perbedaan kondisi, sifat, dan takdir manusia merupakan ketetapan Allah SWT—ibarat diciptakannya tangan kanan dan tangan kiwa (kiri) sebagai tanda sifat manusia yang memerlukan keimanan dan selalu ingat kepada Allah. Kehidupan di dunia ini penuh dengan dinamika yang wajar terjadi pada setiap hamba-Nya:
- Memiliki kebenaran maupun kesalahan, rasa senang maupun benci, yang merupakan bagian dari perjalanan hati dan takdir Allah Ta’ala sehingga manusia perlu pandai memilah-milah agar hidup bahagia.
- Menghadapi realitas sosial seperti digosipkan (ngerasani lan dirasani), dicela (ngilokno lan diilokno), hingga dihina adalah bagian dari “perlengkapan” hidup di dunia yang menuntut seseorang untuk memiliki ilmu yang luas agar mampu memilih laku perbuatan yang tepat.
- Menjalankan ibadah harian seperti berdiri, rukuk, dan sujud setiap hari menjadi gambaran hakiki kehidupan di dunia sebelum menghadap kepada Sang Pencipta.
Semangat Ngaji, Dzikir, dan Menjauhi Khianat
Melalui pengajian ini, para jemaah dan santri diajak untuk terus semangat berjuang, menjaga istiqomah dalam ngaji dan berzikir tanpa pernah terlambat, serta senantiasa menjauhkan diri dari perbuatan khianat agar terhindar dari laknat Allah SWT.

Semoga kita senantiasa diberikan kemudahan, ketulusan hati, serta petunjuk dalam menjalani kehidupan yang diridhai oleh Allah Ta’ala.
Penulis: Syarif Hidayatulloh, S. S.
Lokasi: PP. Singa Putih Munfaridin, Pasuruan
Tanggal: 17 September 2026

