Singa Putih Munfaridin
  • Home
  • Tentang Pondok
    • Profil Pondok
    • Makna Lambang Singa Putih Munfaridin
    • Galeri
    • Pengajar
  • Kegiatan Pondok
    • Kegiatan Harian
    • Kegiatan Hari Ahad
  • Lembaga Pendidikan
    • MTs Unggulan Singa Putih
    • MA Unggulan Singa Putih
    • SPM Putra
    • SPM Putri
  • Prestasi
  • Informasi PSB
  • Blog
  • SPM UMROH
  • Alumni
  • Login
May 22, 2026 by syarif

Para Santri Singa Putih di Ajak untuk Merenungi Hakikat Kehidupan sebagai Titipan Allah

Para Santri Singa Putih di Ajak untuk Merenungi Hakikat Kehidupan sebagai Titipan Allah
May 22, 2026 by syarif

Suasana khidmat menyelimuti kegiatan Ngaji Jumat Malam Sabtu di Pondok Pesantren Singa Putih Munfaridin pada 22 Mei 2026. Kajian malam itu mengangkat tema tentang kesadaran seorang hamba terhadap hakikat kehidupan bahwa seluruh yang dimiliki manusia sejatinya hanyalah titipan dari Allah SWT. Materi kajian didasarkan pada QS Al-Baqarah ayat 156 serta quote Buku Iling-Ilingan halaman 193 yang berbunyi, “Karna yang punya segala-galanya hanya Tuhanmu. Syair pada malam hari ini sebagai berikut:

Sedoyo saking Gusti Alloh
Den balekno marang Gusti Alloh
Mulo kito kudu waspodo
Awan bengi iling Gusti Alloh

Nerimo pinaringe Gusti Alloh
Selalu toat marang Gusti Alloh
Sangat sadar sedoyo meniko
Cuma kagungan e Gusti Alloh

Sedoyo cuma titipan
Monggo di rawat kang temenan
Kito kabeh iki menungso
Ora nduwe opo-opo

Opo wis siro manfaatno
Fasilitas saking Gusti Alloh
Siro gawe toat opo durhoko
Iku kabeh tanggung jawab siro

Yen bener siro ngarahno
Siro bakal pinaringan mulyo
Yen salah siro ngarahno
Den jungkelno marang neroko

Mumpung durung njaluk o sepuro
Ing sedoyo kesalahan siro
Mugo-mugo kito sedoyo
Di pun ridhoi Gusti Alloh

Dalam pembukaan kajian, jamaah diajak merenungi firman Allah SWT dalam QS Al-Baqarah ayat 156 yang mengingatkan bahwa manusia berasal dari Allah dan akan kembali kepada-Nya. Pesan tersebut diperkuat melalui syair yang dilantunkan penuh penghayatan:

Sedoyo saking Gusti Alloh
Den balekno marang Gusti Alloh
Mulo kito kudu waspodo
Awan bengi iling Gusti Alloh

Melalui syair tersebut, para santri dan jamaah diajak untuk senantiasa waspada dan tidak lalai mengingat Allah, baik siang maupun malam. Penulis memandang bahwa kajian ini menjadi pengingat penting di tengah kehidupan modern yang sering membuat manusia terlena oleh urusan duniawi.

Kajian juga menekankan pentingnya sikap menerima ketentuan Allah dengan penuh keikhlasan dan ketaatan. Seluruh nikmat, jabatan, harta, bahkan kehidupan manusia hanyalah titipan sementara yang sewaktu-waktu dapat diambil kembali oleh Sang Pemilik kehidupan.

Sedoyo cuma titipan
Monggo di rawat kang temenan
Kito kabeh iki menungso
Ora nduwe opo-opo

Bait syair tersebut mengandung pesan mendalam bahwa manusia pada hakikatnya tidak memiliki apa-apa. Semua yang dimiliki hanyalah amanah yang harus dijaga dan dimanfaatkan dengan baik. Karena itu, manusia dituntut untuk menggunakan setiap fasilitas dan nikmat dari Allah sebagai sarana mendekatkan diri kepada-Nya, bukan justru untuk melakukan kemaksiatan.

Dalam kajian disampaikan pula bahwa setiap manusia akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang telah dilakukan selama hidup di dunia. Nikmat yang diarahkan kepada kebaikan akan membawa kemuliaan, sedangkan yang digunakan untuk keburukan akan membawa penyesalan.

Opo wis siro manfaatno
Fasilitas saking Gusti Alloh
Siro gawe toat opo durhoko
Iku kabeh tanggung jawab siro

Menurut penulis, pesan tersebut menjadi refleksi mendalam bagi setiap insan agar lebih berhati-hati dalam menjalani kehidupan. Sebab seluruh perbuatan manusia tidak akan pernah lepas dari penilaian Allah SWT.

Di penghujung kajian, jamaah diajak memperbanyak introspeksi diri dan segera meminta maaf atas segala kesalahan sebelum datang penyesalan. Harapan terbesar yang dipanjatkan adalah agar seluruh jamaah senantiasa mendapat ridha dan ampunan dari Allah SWT.

Mumpung durung njaluk o sepuro
Ing sedoyo kesalahan siro
Mugo-mugo kito sedoyo
Di pun ridhoi Gusti Alloh

Ngaji Jumat Malam Sabtu kali ini kembali menjadi ruang spiritual yang mengingatkan para santri untuk hidup lebih sederhana, rendah hati, dan sadar bahwa seluruh kehidupan hanyalah titipan dari Allah SWT. Dengan kesadaran tersebut, manusia diharapkan mampu menjaga amanah kehidupan dengan penuh tanggung jawab demi meraih kemuliaan dunia dan akhirat.

Previous articleIkhlas Sebagai Jalan Menuju Kemuliaan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

About The Blog

Nulla laoreet vestibulum turpis non finibus. Proin interdum a tortor sit amet mollis. Maecenas sollicitudin accumsan enim, ut aliquet risus.

Recent Posts

Para Santri Singa Putih di Ajak untuk Merenungi Hakikat Kehidupan sebagai Titipan AllahMay 22, 2026
Ikhlas Sebagai Jalan Menuju KemuliaanMay 17, 2026
Menjaga Hati Agar Tetap “Nyambung” Kepada AllahMay 15, 2026

Categories

  • Berita Pondok
  • Uncategorized

Meta

  • Log in
  • Entries feed
  • Comments feed
  • WordPress.org

Tentang Singa Putih Munfaridin

MTS / MA UNGGULAN SINGA PUTIH adalah lembaga pendidikan formal yang diasuh oleh Romo KH. Saifulloh Arif Billah, SPM yang berdiri di bawah naungan Pondok Pesantren SINGA PUTIH MUNFARIDIN di Prigen Kabupaten Pasuruan.

Lokasi

PP SINGA PUTIH MUNFARIDIN dan MTS / MA UNGGULAN SINGA PUTIH:
Sentong, Lumbangrejo, Prigen 67157, Pasuruan, Jawa Timur, Indonesia

Contact

(0343) 884627
info@singaputihmunfaridin.sch.id
Senin - Sabtu (08.00 - 16.00 WIB)

Recent Posts

Para Santri Singa Putih di Ajak untuk Merenungi Hakikat Kehidupan sebagai Titipan AllahMay 22, 2026
Ikhlas Sebagai Jalan Menuju KemuliaanMay 17, 2026
Menjaga Hati Agar Tetap “Nyambung” Kepada AllahMay 15, 2026
singaputihmunfaridin.sch.id | 2025
Butuh bantuan?
WhatsApp
Assalamu'alaikum... Ada yang bisa kami bantu?
Open chat
Powered by Joinchat