
SPM 3 PUTRI – Madrasah Diniyah Singa Putih Salaf Modern Putri 3 menggelar Ujian Akhirussanah Kelas Ulya (kelas akhir) pada Ahad, 01 Maret 2026 yang bertempat di Musholla Putri. Ujian ini menjadi momentum penting bagi santri tingkat akhir sebagai penanda berakhirnya proses pembelajaran formal mereka di jenjang madrasah diniyah.
Tercatat dua santri kelas akhir yang mengikuti ujian pada malam tersebut, yakni Genara Imaniar Avisa dan Lailatul Qodariyah. Keduanya menjalani tahapan evaluasi sebagai bagian dari pembuktian capaian akademik selama menempuh pendidikan di pesantren.

Materi yang diujikan mencakup keseluruhan isi Kitab Safinatus. Ujian dilaksanakan secara lisan, dengan pola tanya jawab langsung antara penguji dan peserta. Model ini menuntut ketepatan pemahaman, ketajaman analisis, serta kesiapan mental para santri dalam memaknai, menerjemahkan, dan menjelaskan isi kitab secara komprehensif.
Bertindak sebagai penguji dalam Ujian Akhirussanah tersebut adalah Ning Luluk Amaliah, Ning Zainiatul Firdaus, S.Pd., Ning Dewi Maisaroh, H.H., serta Ustadzah Anisa Chumayro’. Kehadiran para penguji ini memastikan proses evaluasi berjalan objektif, mendalam, dan sesuai standar keilmuan pesantren.


Persiapan para santri dilakukan secara intensif jauh hari sebelum pelaksanaan ujian. Setiap malam, keduanya secara rutin menyetorkan hafalan kitab fiqih, tidak hanya dalam aspek membaca, tetapi juga memaknai, menerjemahkan, dan menjelaskan kandungan materi. Pola pembinaan tersebut menjadi bagian dari tradisi akademik pesantren dalam membentuk santri yang tidak sekadar hafal teks, melainkan memahami substansi keilmuan.
Secara substansial, Ujian Akhirussanah bertujuan mengukur kemampuan santri selama proses pembelajaran di pesantren sekaligus menjadi pembuktian atas pencapaian mereka. Lebih dari itu, ujian ini merupakan wujud rasa syukur atas perjuangan panjang menuntut ilmu, sekaligus motivasi bagi santri lain yang masih berproses di jenjang pendidikan yang sama.
Pimpinan pondok putri menyampaikan pesan agar ilmu yang telah dipelajari tidak berhenti sebagai capaian akademik semata, melainkan memberi manfaat bagi diri sendiri dan masyarakat luas. Para santri diharapkan mampu menjadi pribadi yang membanggakan guru-gurunya, khususnya almaghfurlah Romo K.H. M. Syaifulla Arif Billah, yang sejak awal mencita-citakan lahirnya santri-santri dengan ridha Allah, mampu menjadi pemimpin, pemikir, ulama, maupun konglomerat tingkat dunia.
Bagi para peserta, kelulusan dari kelas Ulya dimaknai sebagai tantangan terakhir yang telah lama dinantikan. Ini merupakan sebuah bukti kualitas atas perjuangan mereka selama menimba ilmu di pesantren. Sementara itu, pesantren menaruh harapan besar agar para lulusan tetap menjaga nilai-nilai keilmuan, akhlak, dan dedikasi yang telah dibentuk selama masa pendidikan.
Dengan demikian, Ujian Akhirussanah bukan sekadar agenda tahunan, melainkan titik temu antara evaluasi akademik, pembentukan karakter, dan estafet cita-cita besar pesantren untuk melahirkan generasi berilmu dan berdaya saing global (04/03/2026).



