
Pasuruan – Suasana khusyuk menyelimuti Pondok Pesantren SPM Prigen pada Kamis malam Jumat Pon (8/7/2026). Ratusan santri berkumpul dalam majelis Ngaji dan Istighosah semalam suntuk, sebuah agenda rutin yang menjadi sarana penyucian jiwa dan penguatan spiritual bagi seluruh santri.
Kerja Keras dan Keikhlasan sebagai Kunci Masa Depan
Dalam tausiyahnya, Agus M. Silahulloh Al Munfarid, SH menyampaikan pesan mendalam mengenai rahasia kehidupan yang mulia. Beliau menegaskan bahwa kerja keras yang dibarengi dengan keikhlasan adalah kunci utama keberhasilan dan masa depan yang penuh kemuliaan. Namun, puncak dari perjuangan tersebut adalah kemampuan seorang hamba untuk benar-benar berserah diri kepada Sang Pencipta.
“Masrahno kabeh nang pengeran (menyerahkan segalanya kepada Tuhan) adalah hal yang paling sulit, namun itulah yang membuat seorang hamba disayang oleh Allah SWT,” tuturnya. Beliau juga mengingatkan pentingnya hidup yang bermanfaat, meski singkat layaknya kilatan cahaya, karena manfaat itulah yang mengangkat derajat manusia di hadapan Allah.

Menjaga Keteguhan di Era Modern
Menyoroti kehidupan di zaman sekarang, beliau memberikan nasihat agar santri senantiasa berhati-hati dalam melangkah. Pentingnya menjaga diri dari perbuatan yang sia-sia dan mengutamakan keteguhan hati (tuhu) yang kini mulai langka. Beliau berpesan agar para santri tidak pernah meninggalkan majelis ilmu (ngaji), sebagai tameng agar kehidupan tetap berada dalam koridor yang terpuji.
Refleksi Ilahiyah
Majelis ini didasarkan pada perenungan QS. Al-Bayyinah ayat 5 dan nilai-nilai yang termuat dalam Buku Iling-ilingan halaman 289. Ayat tersebut menegaskan bahwa manusia tidak diperintahkan selain untuk menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam menjalankan agama yang lurus.
Melalui istighosah semalam suntuk ini, para santri diajak untuk:
- Menghindari “nabung bendu”: Tidak menumpuk kemurkaan Allah dengan perbuatan maksiat.
- Mengutamakan kemanfaatan: Menjadikan setiap hembusan napas dan karya sebagai investasi kebaikan.
- Istiqomah mengaji: Menjadikan ilmu sebagai kompas dalam menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks.
Semoga dengan lantunan doa dan dzikir di malam Jumat Pon ini, seluruh santri SPM Prigen diberikan kekuatan untuk terus berjuang di jalan ketaatan, menjaga keteguhan iman, dan meraih keberkahan hidup yang hakiki.
- Lokasi: Pondok Pesantren Singa Putih Munfaridin Prigen, Pasuruan
- Tanggal: 8 Juli 2026
- Penulis: Syarif Hidayatulloh, S. S.

