
Pasuruan – Pondok Pesantren Singa Putih Munfaridin (SPM) Prigen kembali melaksanakan agenda rutin pengajian sore. Kegiatan Ngaji Ahad Sore yang diselenggarakan pada tanggal 6 September 2026 ini menghadirkan tausiyah dan renungan mendalam yang sarat akan nilai-nilai tauhid dan pembentukan akhlak mulia.
Segala Aktivitas dan Ibadah Terwujud atas Rahmat Allah
Dalam kajian yang merujuk pada pedoman QS. Al-Hajj ayat 65 serta rujukan Buku Iling-Ilingan Jilid 1 halaman 212, ditekankan bahwa seluruh aspek kehidupan manusia sepenuhnya bergantung pada limpahan rahmat Allah SWT.

Melalui bait-bait hikmah yang disampaikan, para santri diingatkan bahwa:
- Manusia dapat hidup, bernapas, bergerak, dan wujud secara utuh semata-mata karena rahmat Allah.Kemampuan untuk berpikir, berjalan, taat, hingga menempuh pendidikan di pesantren dan sekolah juga merupakan anugerah rahmat-Nya.
- Segala bentuk amal ibadah dan kebaikan—seperti mengaji, berzikir, riyadloh, berpuasa, melaksanakan salat malam, salat Dhuha, hingga kepatuhan—dapat terlaksana berkat rahmat Allah.
- Nilai-nilai luhur sosial seperti kemampuan untuk mengalah, bersyukur, memiliki rasa belas kasih, serta sifat dermawan bersumber dari kasih sayang Allah SWT.
Peringatan Menjauhkan Diri dari Sifat Buruk
Selain mensyukuri nikmat rahmat Allah, pengajian sore ini juga memberikan peringatan tegas mengenai bahaya perbuatan maksiat dan kelalaian. Disebutkan bahwa apabila seseorang melanggar aturan, berbuat maksiat, durhaka, atau memelihara rasa malas, maka ia telah menjadikan iblis sebagai temannya.

Melalui kegiatan Ngaji Ahad Sore di Ponpes SPM Prigen ini, para santri diharapkan senantiasa menjaga keistiqomahan dalam beribadah, menjauhi sifat-sifat tercela, dan terus memohon rahmat serta petunjuk Allah SWT dalam setiap langkah kehidupan sehari-hari.
Penulis: Syarif Hidayatulloh, S. S.
Lokasi: PP. Singa Putih Munfaridin, Prigen, Pasuruan
Tanggal: 6 September 2026


