
Malang – Rangkaian kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Implementasi Pembelajaran Mendalam dan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang diselenggarakan oleh Kelompok Kerja Madrasah (KKM) MAN 1 Kabupaten Pasuruan di Bess Resort Hotel Lawang, Malang, menghadirkan berbagai materi esensial. Salah satu pemaparan penting disampaikan langsung oleh Kasi Pendma Kabupaten Pasuruan, H. Bustanul Arifin, S.Pd.I., M.Pd.Dalam pemaparannya, H. Bustanul Arifin, S.Pd.I., M.Pd. mengupas tuntas mengenai urgensi dan latar belakang lahirnya Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) di lingkungan madrasah.
Latar Belakang Lahirnya Kurikulum Berbasis Cinta (KBC)
Kurikulum Berbasis Cinta lahir sebagai jawaban atas berbagai krisis moral, sosial, dan lingkungan yang kian marak terjadi di tengah masyarakat. Latar belakang tersebut dikelompokkan menjadi dua poin utama, yaitu:
- Dehumanisasi: Krisis kemanusiaan yang ditandai dengan maraknya kasus perdagangan manusia, perundungan di media sosial (cyberbullying), diskriminasi, hingga berbagai bentuk eksploitasi.
- Kerusakan Lingkungan: Krisis ekologis yang meliputi pencemaran, alih fungsi lahan, eksploitasi sumber daya alam (SDA) yang tidak terkendali, perburuan liar, hingga deforestasi.
Melihat berbagai tantangan tersebut, KBC dihadirkan untuk menanamkan nilai-nilai luhur yang berfokus pada lima pilar utama: Cinta Allah dan Rasul-Nya, Cinta diri dan sesama manusia, Cinta tanah air, Cinta lingkungan, dan Cinta ilmu pengetahuan.

Indikator Keberhasilan Kurikulum Berbasis Cinta
Dalam implementasinya di madrasah, Kurikulum Berbasis Cinta memiliki indikator yang jelas agar dapat dirasakan langsung oleh ekosistem satuan pendidikan. Indikator utama tersebut meliputi:
- Ramah Anak: Menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan.
- Ramah Lingkungan: Membangun kesadaran warga madrasah untuk menjaga dan merawat kelestarian alam sekitar.
- Sejahtera Mental dan Spiritual: Memastikan kesejahteraan psikologis serta kedekatan spiritual para peserta didik dan pendidik.
Melalui pemaparan ini, para kepala madrasah dan guru yang hadir di Bimbingan Teknis diharapkan mampu menginternalisasikan nilai-nilai KBC ke dalam proses pembelajaran sehari-hari, sehingga madrasah tidak hanya mencetak generasi yang cerdas secara akademik, tetapi juga berakhlak mulia, welas asih, dan peduli terhadap sesama serta lingkungan.

- Penulis: Syarif Hidayatulloh, S. S.
- Lokasi: Bess Resort Hotel Lawang, Malang
- Tanggal: 28–29 Juli 2026


