
PASURUAN – MTs/MA Unggulan Singa Putih sukses menggelar kegiatan Career Talkshow: Layanan Konseling Klasikal Lintas Angkatan bertajuk “More Than a Journey: Bekal Santri untuk Menjelajahi Dunia” pada Kamis, 5 November 2026, di Prigen, Pasuruan.
Acara inspiratif ini menghadirkan alumni santri Pondok Pesantren Singa Putih, Zidni Kanzal Fikri, yang kini tengah menempuh pendidikan tinggi sebagai mahasiswa di Yongsan University, Korea Selatan.

Dalam sesi berbagi pengalaman sharing session tersebut, Zidni membagikan perjalanan hidupnya yang terbagi ke dalam empat babak utama: Dream, Survive, Kilas Pesantren, dan Pesan untuk Santri.
Dream: Berani Bermimpi dan Melangkah Luas
Perjalanan Zidni bermula dari keberaniannya bermimpi sewaktu masih nyantri. Usai menyelesaikan pendidikan di pesantren pada tahun 2022, ia aktif berburu informasi hingga menjalani berbagai tahapan seleksi dokumen dan administrasi sebelum akhirnya resmi berangkat menuntut ilmu di Korea Selatan pada akhir tahun 2022. Ia menegaskan kepada para adik kelasnya bahwa setiap perjalanan besar senantiasa berawal dari satu langkah kecil yang diiringi ikhtiar dan kesungguhan.
Survive: Realita Kehidupan dan Kemandirian di Negeri Orang
Menjalani perkuliahan di luar negeri secara mandiri self-funded memberikan dinamika dan tantangan tersendiri bagi Zidni. Selain harus beradaptasi dengan budaya, bahasa, tradisi, dan sistem pendidikan yang sangat berbeda, ia juga dituntut piawai dalam membagi waktu antara kuliah study dan bekerja freelance demi mengelola keuangan serta kebutuhan hidup sehari-hari. Tantangan finansial dan jarak yang jauh dari keluarga dipandangnya sebagai ruang pendewasaan diri agar tumbuh menjadi pribadi yang makin tangguh serta bertanggung jawab atas setiap keputusan bekerja.
Kilas Pesantren: Nilai Pondok yang Menjadi Bekal Utama
Zidni mengungkapkan bahwa pengalaman menempuh pendidikan di Pondok Pesantren Singa Putih selama tiga tahun (2019–2022) bukan sekadar belajar ilmu agama, melainkan proses pembentukan karakter yang sangat berharga. Aturan, kedisiplinan, serta amanah kepengurusan yang dahulu dirasakan cukup berat, kini terbukti menjadi pondasi kuat saat hidup mandiri di perantauan.
Lima nilai utama pesantren yang terus dipegangnya di Korea Selatan meliputi:
- Kemandirian: Terbiasa mengurus segala kebutuhan hidup secara mandiri.
- Kedisiplinan: Mahir mengatur waktu dan taat terhadap regulasi.
- Tanggung Jawab: Sungguh-sungguh dalam menuntaskan tugas dan amanah.
- Keberanian Mengambil Keputusan: Mampu menentukan pilihan beserta konsekuensinya.
- Kemampuan Pemecahan Masalah (Problem Solving): Cepat mencari jalan keluar saat menghadapi masa-masa sulit.
Pesan Inspiratif untuk Santri Singa Putih
Di akhir paparannya, Zidni memberikan motivasi mendalam agar para santri MTs-MA Unggulan Singa Putih tidak meremehkan proses belajar dan pembiasaan kecil harian yang sedang dijalani di pesantren. Beliau mengajak seluruh santri untuk aktif berorganisasi, mengembangkan potensi diri, serta percaya diri menyongsong masa depan.

“Jangan takut bermimpi besar. Mulailah dari hal kecil, dan jalani setiap proses dengan penuh tanggung jawab.” — Zidni Kanzal Fikri
Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab interaktif (Q&A discussion), di mana para santri antusias berkonsultasi mengenai kiat sukses kuliah di luar negeri, manajemen waktu, hingga adaptasi budaya. Melalui kegiatan ini, diharapkan para santri Singa Putih semakin terpacu untuk menuntut ilmu seluas-luasnya dan siap menjelajahi dunia.


Penulis: Syarif Hidayatulloh, S. S.
Lokasi: Gedung Mahkota Emas, Prigen, Pasuruan
Tanggal: 07 November 2026


