
Pasuruan – Pondok Pesantren Singa Putih Munfaridin kembali melaksanakan majelis pengajian rutin. Pada agenda Ngaji Minggu yang diselenggarakan tanggal 16 Agustus 2026, para santri dan jemaah diajak untuk merenungkan pentingnya menjaga ibadah salat dan zikir di tengah dinamika kehidupan, serta senantiasa waspada terhadap berbagai kemaksiatan zaman.
Kajian ini merujuk pada rujukan utama QS. Ad-Dzariyat ayat 56 serta dikaitkan dengan pesan berharga dari Buku Iling-Ilingan halaman 42 yang berbunyi: “Bangunlah jiwamu, jasadmu, ilmumu, dan wawasanmu.“

Pentingnya Istiqomah dalam Salat dan Zikir
Dalam bait-bait syair pengajian tersebut, diingatkan agar seseorang tidak mengendurkan ibadahnya meskipun pelaksanaan salatnya masih berantakan (kocar-kacir). Jangan sampai kekurangan tersebut membuat seseorang justru mogok belajar salat dan zikir. Yang terpenting adalah terus berusaha belajar mendirikan salat dan memperbanyak zikir, mengabaikan keraguan sembarang hal yang menghalangi.

Bahkan, ditekankan dalam nasehat tersebut sebuah perumpamaan bahwa lebih baik bekas orang yang nakal (dablek) namun tetap tekun belajar salat dan zikir, daripada seseorang yang berstatus sebagai bekas santri tetapi justru semakin melupakan ngaji dan salatnya.
Hakikat Hidup, Proses, dan Kewaspadaan Zaman
Pengajian ini juga mengingatkan kembali mengenai hakikat penciptaan manusia:
- Hidup ini dihidupkan oleh siapa dan diperintah oleh siapa, sehingga seluruh aktivitas bekerja dan mencari nafkah harus diarahkan untuk meningkatkan kualitas ibadah kepada Allah SWT, sesuai tujuan penciptaan manusia dalam QS. Ad-Dzariyat ayat 56.
- Syariat agama harus dilengkapi untuk memuliakan kehidupan ini, di mana segala sesuatu membutuhkan proses dan waktu guna meningkatkan derajat serta mutu kehidupan.Mengingat setiap manusia pasti akan menghadapi kematian, seluruh umat diingatkan untuk berhati-hati.
Saat ini banyak fenomena di mana laki-laki dan perempuan saling berlomba-lomba dalam kemaksiatan. Oleh karena itu, di tengah maraknya berbagai berita dan informasi di dunia, kita dituntut untuk peka agar hidup tidak merugi, serta senantiasa istiqomah menjalankan zikir dan ngaji.

Penulis: Syarif Hidayatulloh, S. S.
Lokasi: PP. Singa Putih Munfaridin, Pasuruan
Tanggal: 16 Agustus 2026


