Singa Putih Munfaridin
  • Home
  • Tentang Pondok
    • Profil Pondok
    • Makna Lambang Singa Putih Munfaridin
    • Galeri
    • Pengajar
  • Kegiatan Pondok
    • Kegiatan Harian
    • Kegiatan Hari Ahad
  • Lembaga Pendidikan
    • MTs Unggulan Singa Putih
    • MA Unggulan Singa Putih
    • SPM Putra
    • SPM Putri
  • Prestasi
  • Informasi PSB
  • Blog
  • SPM UMROH
  • Alumni
  • Login
February 8, 2026 by syarif

Dari Kegagalan ke Podium Dunia: Santri MAS Unggulan Singa Putih Persembahkan Medali Perak WYSII untuk Indonesia

Dari Kegagalan ke Podium Dunia: Santri MAS Unggulan Singa Putih Persembahkan Medali Perak WYSII untuk Indonesia
February 8, 2026 by syarif

Pasuruan, 8 Februari 2026 —
Nama Muhammad Rashesa Khalfani Firdiansyah kembali menggaung di kancah internasional. Santri kelas X MAS Unggulan Singa Putih berusia 16 tahun ini sukses mengharumkan nama Pondok Pesantren Singa Putih Munfaridin Salaf-Modern sekaligus Indonesia setelah meraih medali perak dalam ajang World Youth STEM Invention Innovation (WYSII), kompetisi riset bergengsi yang mempertemukan inovator muda dari berbagai negara.

Mewakili Indonesia, Rashesa tampil menonjol melalui proyek riset inovatif di bidang STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics). Capaian tersebut diraih usai melalui persaingan ketat dengan peserta dari berbagai belahan dunia, sekaligus menjadi cerminan dedikasi dan kreativitas generasi muda Tanah Air dalam menjawab tantangan global.

Rashesa mengaku tak menyangka pencapaian yang berhasil diraihnya. “Saya mewakili Indonesia dan MAS Unggulan Singa Putih. Ini membuktikan bahwa pemuda Indonesia mampu bersaing di tingkat dunia,” ujarnya saat dikonfirmasi. Rasa bangga bercampur haru menyertai keberhasilan tersebut, mengingat jalan yang ditempuhnya tidak singkat dan penuh tantangan.

Ketertarikan Rashesa terhadap dunia riset telah tumbuh sejak ia duduk di bangku kelas IX MTs Unggulan Singa Putih. Langkah awalnya dimulai pada 2024 ketika mengikuti Madrasah Young Researchers Supercamp (MYRES), ajang kompetisi karya tulis ilmiah berbasis riset yang diselenggarakan Direktorat KSKK Madrasah, Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama RI. Namun, pada kesempatan itu, ia harus menerima kenyataan tersingkir di tahap seleksi administrasi dan penilaian proposal.

Tak ingin berhenti di kegagalan pertama, Rashesa kembali mengasah kemampuannya dengan mengikuti Kompetisi Riset dan Inovasi Siswa Indonesia (KREASI) 2024 yang diselenggarakan oleh Abak Academy. Bersama rekannya, ia berhasil melaju hingga babak final yang digelar di Jakarta. Meski belum meraih hasil utama dan hanya membawa pulang medali kehormatan, pengalaman tersebut menjadi bekal berharga.

Upaya serupa kembali ia dan rekannya lakukan setahun kemudian melalui KREASI 2025. Sayangnya, hasil yang diraih masih belum berubah signifikan. Namun, justru dari titik itulah peluang baru terbuka. Para finalis KREASI 2025 mendapat kesempatan mengikuti ajang internasional WYSII.

Dengan persiapan yang terbilang singkat, hanya sekitar dua bulan, Rashesa sempat diliputi keraguan. Meski demikian, dukungan penuh dari orang tua, guru pembimbing, serta teman-teman sekelas menguatkan langkahnya untuk tetap maju. Keputusan berani itu pun berbuah manis.

Kini, Rashesa berharap prestasi yang diraihnya dapat menjadi pemantik semangat bagi pelajar lain untuk terus berinovasi dan tidak mudah menyerah. WYSII sendiri merupakan ajang tahunan yang bertujuan mendorong pengembangan inovasi STEM di kalangan pemuda dunia. Tahun ini, kompetisi tersebut diikuti 970 peserta dari berbagai negara.

Keberhasilan Rashesa menambah deretan prestasi pelajar Indonesia di panggung internasional, sekaligus menjadi pengingat pentingnya penguatan pendidikan STEM sebagai fondasi masa depan bangsa.

Previous articleSinga Putih Year And Holiday Super CampNext article Merajut Sanad Ilmu dari Pesantren ke Kampus: MA Unggulan Singa Putih Resmi Jalin Kemitraan Strategis dengan UIN Sunan Ampel Surabaya

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

About The Blog

Nulla laoreet vestibulum turpis non finibus. Proin interdum a tortor sit amet mollis. Maecenas sollicitudin accumsan enim, ut aliquet risus.

Recent Posts

Kerja Keras Membersihkan Hati Di Bulan RamadhanFebruary 26, 2026
Spirit Ramadhan di Era Digital: Singa Putih Padukan Pendalaman Kitab Dengan Berdakwah Melalui Media SosialFebruary 21, 2026
Aksi Nyata: Kolaborasi Guru Madrasah Untuk Menyusun RPP Integratif Berbasis AIFebruary 14, 2026

Categories

  • Berita Pondok
  • Uncategorized

Meta

  • Log in
  • Entries feed
  • Comments feed
  • WordPress.org

Tentang Singa Putih Munfaridin

MTS / MA UNGGULAN SINGA PUTIH adalah lembaga pendidikan formal yang diasuh oleh Romo KH. Saifulloh Arif Billah, SPM yang berdiri di bawah naungan Pondok Pesantren SINGA PUTIH MUNFARIDIN di Prigen Kabupaten Pasuruan.

Lokasi

PP SINGA PUTIH MUNFARIDIN dan MTS / MA UNGGULAN SINGA PUTIH:
Sentong, Lumbangrejo, Prigen 67157, Pasuruan, Jawa Timur, Indonesia

Contact

(0343) 884627
info@singaputihmunfaridin.sch.id
Senin - Sabtu (08.00 - 16.00 WIB)

Recent Posts

Kerja Keras Membersihkan Hati Di Bulan RamadhanFebruary 26, 2026
Spirit Ramadhan di Era Digital: Singa Putih Padukan Pendalaman Kitab Dengan Berdakwah Melalui Media SosialFebruary 21, 2026
Aksi Nyata: Kolaborasi Guru Madrasah Untuk Menyusun RPP Integratif Berbasis AIFebruary 14, 2026
singaputihmunfaridin.sch.id | 2025
Butuh bantuan?
Powered by Joinchat
Assalamu'alaikum... Ada yang bisa kami bantu?
Open chat