
Pasuruan – Pondok Pesantren Singa Putih Munfaridin kembali menggelar kegiatan rutin Ngaji Jumat Malam Sabtu pada 24 Juli 2026. Dalam majelis yang penuh kekhidmatan ini, para santri diajak merenungkan hakikat kehidupan dunia dan penyesalan di alam kubur, yang disarikan dari QS. An-Nahl ayat 43, dan QS. At-Takasur ayat 1–2, serta pedoman dari Buku Iling-ilingan halaman 20 yang berbunyi: “Kematian tidak membawa apa-apa, hanya amal sholih yang di bawa.”
Dua Akar Kerusakan Umat: Meninggalkan Ilmu dan Cinta Harta Berlebihan
Dalam pengajian tersebut, disampaikan sebuah pesan penting mengenai penyebab utama rusaknya tatanan umat. Kerusakan tersebut berakar dari dua hal pokok: pertama, meninggalkan ilmu agama, dan kedua, sifat serakah yang gemar menumpuk-numpuk harta dunia (tumpuk-tumpuk dunyo).

Para santri diingatkan agar senantiasa belajar menjadi pribadi yang dermawan (loman) sebagai bentuk rasa syukur atas segala nikmat dari Allah SWT. Dengan ilmu dan kedermawanan, diharapkan kehidupan yang dijalani tidak hanya sekadar berjalan, tetapi juga mendatangkan keberkahan melalui amalan saleh dan amal jariyah.
Penyesalan di Alam Kubur: Akibat Lalai dari Ibadah dan Kedermawanan
Majelis malam ini juga menggambarkan kondisi mengerikan di alam kubur bagi mereka yang semasa hidupnya enggan menuntut ilmu agama dan menutup rapat pintu amal jariyah. Banyak penghuni kubur yang menjerit karena mengalami siksaan yang tiada berkesudahan akibat kelalaian mereka di dunia.

Kisah diibaratkan pada sosok orang yang hidup di suatu desa dengan limpahan harta, namun memiliki sifat kikir (medit) dan tidak pernah menyumbangkan hartanya untuk kebaikan, seperti memakmurkan masjid. Kesenangan hidup di dunia yang diisi dengan kedurhakaan dan ketidakpedulian sosial pada akhirnya hanya akan mengantarkan pada kesengsaraan yang abadi di akhirat.
Harta Tak Dibawa Mati, Hanya Amal yang Menemani
Melalui renungan malam ini, seluruh santri Pondok Pesantren Singa Putih Munfaridin ditekankan untuk tidak teperdaya oleh megahnya dunia. Harta kekayaan yang dikumpulkan semasa hidup tidak akan ikut masuk ke dalam liang lahat. Hanya keimanan, ketakwaan, serta amal salih yang akan menjadi penolong setia.

Semoga majelis ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus istiqomah menuntut ilmu, menghindari sifat kikir, memperbanyak amal jariyah, dan senantiasa mempersiapkan bekalan terbaik sebelum menghadap Sang Pencipta.
- Penulis: Syarif Hidayatulloh, S. S.
- Lokasi: PP. Singa Putih Munfaridin, Pasuruan
- Tanggal: 24 Juli 2026

