
Pasuruan – Pondok Pesantren Singa Putih Munfaridin kembali menyelenggarakan majelis pengajian rutin. Pada agenda Ngaji Malam Jumat Pon yang dilaksanakan pada tanggal 13 Agustus 2026, para santri dan jama’ah diajak untuk merenungkan hakikat kehidupan, pentingnya menjaga hati, serta bahaya dari sifat sombong dan durhaka kepada Allah SWT.
Kajian malam ini didasarkan pada rujukan QS. Al-Isra ayat 37 serta dikaitkan dengan quote dari Buku Iling-Ilingan halaman 42 yang berbunyi: “Bangunlah jiwamu, jasadmu, ilmumu, dan wawasanmu.“
Perilaku Orang yang Sombong dan Durhaka
Dalam bait-bait syair pengajian tersebut, digambarkan bagaimana laku dan perbuatan orang yang murka serta menyombongkan diri (bangga). Mereka adalah golongan yang enggan taat kepada Allah SWT, bahkan menghabiskan waktu siang dan malamnya dalam kedurhakaan kepada Sang Pencipta, padahal dilarang untuk berjalan di muka bumi dengan rasa sombong sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur’an.
Hakikat Kematian dan Kehidupan yang Sesungguhnya
Pengajian ini juga mengingatkan kembali mengenai makna kematian yang hakiki dari sudut pandang rohani:
- Yang dimaksud dengan orang mati adalah mereka yang tidak mau menata hati dan tidak berhati-hati dalam menjalankan perintah Allah SWT.
- Yang disebut binasa adalah orang yang bekalnya telah habis dan tidak memiliki amal kebaikan karena lalai kepada Allah SWT.
Dunia Hanya Titipan, Mari Tingkatkan Iman
Seluruh harta benda di dunia ini hakikatnya hanyalah titipan, dan segala jabatan atau pangkat hanyalah sekadar sampiran yang bersifat sementara. Oleh karena itu, para santri dan jama’ah diajak untuk terus meningkatkan keimanan agar memperoleh kemuliaan yang sejati.
Diingatkan pula agar senantiasa berhati-hati, menjadikan kegiatan ngaji sebagai bekal utama untuk menghadapi kehidupan setelah mati, serta tidak mudah terjerumus dan terkontaminasi oleh keindahan hiasan dunia yang menipu.
Penulis: Syarif Hidayatulloh, S. S.
Lokasi: PP. Singa Putih Munfaridin, Pasuruan
Tanggal: 13 Agustus 2026

