
Malang – Rangkaian acara Bimbingan Teknis (Bimtek) Implementasi Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) dan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang diselenggarakan oleh KKM MAN 1 Kabupaten Pasuruan di Bess Resort Hotel, Lawang, pada 28–29 Juli 2026 menghadirkan narasumber ahli di bidangnya. Salah satu pemaparan materi yang sangat komprehensif disampaikan oleh Kepala MAN IC Pasuruan, Dr. Ahmad Zamroni, S.S., M.Pd., MA.
Dalam kesempatan tersebut, beliau membedah landasan regulasi baru serta filosofi spiritual yang mendasari arah kebijakan pendidikan madrasah saat ini.
Kebijakan Baru KMA Nomor 1503 Tahun 2025
Dr. Ahmad Zamroni memaparkan secara mendalam mengenai KMA Nomor 1503 Tahun 2025, yakni Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia yang mengatur tentang perubahan atas KMA Nomor 450 Tahun 2024 mengenai pedoman implementasi kurikulum pada jenjang RA, MI, MTs, MA, dan MAK.

Aturan terbaru ini memperbarui arah kebijakan belajar dengan memasukkan kerangka dasar baru yang disesuaikan serta disempurnakan terhadap kurikulum Kemendikdasmen. Beberapa poin utama dari perubahan tersebut meliputi:
- Kurikulum Berbasis Cinta (KBC): Menambahkan warna nilai spiritualitas dan kasih sayang dalam setiap kegiatan belajar.
- Pembelajaran Mendalam (Deep Learning): Menekankan pemahaman materi yang lebih bermakna dan tidak sekadar menghafal.
- Kerangka Dasar Kurikulum: Menjadi landasan utama baru yang diletakkan pada bagian lampiran awal dokumen.
- Cakupan Jenjang: Berlaku secara serentak mulai dari RA, MI, MTs, MA, MAK, hingga bentuk pendidikan luar biasa di bawah naungan Kementerian Agama.
Filosofi Mahabbah Rabi’ah al-Adawiyah sebagai Fondasi KBC
Selain membahas regulasi formal, Dr. Ahmad Zamroni juga mengupas akar filosofis dari Kurikulum Berbasis Cinta. Beliau mengaitkannya dengan konsep Mahabbah Rabi’ah al-Adawiyah, yaitu konsep cinta murni kepada Allah SWT yang menjadi dasar pelaksanaan ibadah tanpa pamrih, yakni murni karena cinta, tanpa mengharapkan balasan surga dan tanpa rasa takut pada neraka.
Pernyataan dan nilai luhur tersebutlah yang kemudian diadopsi sebagai landasan terbentuknya pendekatan Deep Learning (DPL) dan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) di lingkungan madrasah.

Melalui pemaparan ini, para kepala madrasah, waka kurikulum, serta guru yang hadir diharapkan mampu memahami arah kebijakan nasional sekaligus menginternalisasikan nilai cinta kasih dan pembelajaran bermakna di satuan pendidikan masing-masing.
- Penulis: Syarif Hidayatulloh, S. S.
- Lokasi: Bess Resort Hotel Lawang, Malang
- Tanggal: 28–29 Juli 2026

