
Pasuruan – Suasana khidmat menyelimuti Pondok Pesantren Singa Putih Munfaridin pada Jumat malam (17/7/2026). Dalam majelis rutin Ngaji Jumat Malam Sabtu, para santri diajak untuk merenungi kedudukan hidup di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks. Pengajian kali ini merujuk pada QS. Al-Ankabut ayat 69 serta nasihat berharga dari Buku Iling-ilingan halaman 4, “Zaman terus akhir, terus ningkatno ngaji lan dzikir.”
Menjadi Pribadi yang Solid dan Dermawan
Dalam tausiyahnya, ditekankan bahwa di tengah arus zaman akhir yang penuh godaan, setiap insan harus menjaga benteng diri agar tidak mudah “terkontaminasi” oleh pengaruh negatif. Santri diajak untuk membangun solidaritas antar sesama namun tetap memegang teguh sifat kedermawanan.
“Hidup ini harus solid, namun jangan sampai menjadi orang yang pelit,” pesan dalam majelis tersebut. Perbedaan antara kemasyhuran di dunia dan akhirat pun digarisbawahi; jika dunia sering memuja mereka yang menjadi ‘raja’ dunia, maka akhirat memberikan kemuliaan bagi mereka yang ahli dalam bersedekah dan berzakat.
Istiqomah: Meniti Jalan Menuju Kemewahan Akhirat
Hidup di dunia diibaratkan seperti memanjat pohon; diperlukan ketangkasan dan fokus agar tidak tergelincir (mlorot). Kunci agar tidak jatuh dalam kesulitan hidup adalah istiqomah. Barangsiapa yang mampu mempertahankan keistiqomahannya, maka niscaya kemewahan di dunia dan akhirat akan menyertainya.
Para santri diingatkan untuk tidak memutus rantai mengaji. Karena setiap kesuksesan hidup memiliki ilmunya sendiri, dan setiap upaya harus disertai dengan ketundukan serta doa yang kuat.

Menghadapi Ujian demi Generasi Mendatang
Pengajian ini juga menyoroti tanggung jawab orang tua dan pendidik demi masa depan anak cucu. Disadari bahwa setiap langkah kebaikan pasti akan beriringan dengan cobaan. Mereka yang mampu bertahan dan kuat dalam ujian akan diangkat derajatnya oleh Allah SWT.
Sebaliknya, mereka yang tidak mampu bertahan akan menghadapi risiko kehidupan yang hancur, bahkan kehilangan kehormatan diri (murah regane) hingga kesulitan dalam memenuhi kebutuhan hidup dasar.
Majelis malam ini menjadi pengingat bagi seluruh santri Pondok Pesantren Singa Putih Munfaridin untuk senantiasa memperkuat ketaatan. Dengan mengamalkan ilmu, menjaga istiqomah dalam ngaji dan dzikir, serta bersabar dalam setiap ujian, diharapkan setiap santri dapat meraih kemuliaan derajat baik di sisi manusia maupun di sisi Allah SWT.
- Penulis: Syarif Hidayatulloh, S. S.
- Lokasi: PP. Singa Putih Munfaridin
- Tanggal: 17 Juli 2026

