
Ramadhan Kareem — Suasana Ramadhan di Singa Putih Salaf Modern Putri 3 menjadi semakin bermakna dengan kajian inspiratif yang dibawakan oleh Ning Zainiatul Firdaus, S.Pd atau biasa disapa Ning Nia. Beliau mengangkat dua tema besar, “Kelahiran dan Perangai Indah Sy. Khodijah” serta “Terpikat pada Budi Pekerti Nabi Muhammad”, kajian ini menjadi ruang refleksi mendalam bagi para santri putri untuk meneladani figur agung dalam sejarah Islam.


Dalam pemaparannya, Ning Nia menjelaskan secara runtut sifat-sifat kemuliaan Sayyidah Khadijah sebagai sosok perempuan istimewa yang tidak hanya dikenal karena kedudukannya sebagai istri Rasulullah SAW, tetapi juga karena integritas, kecerdasan, dan ketangguhan pribadinya. Ia juga mengulas tanda-tanda kenabian Rasulullah SAW yang semakin meneguhkan kemuliaan risalah yang dibawanya, sebagaimana dijelaskan dalam kitab Al-Busyro karya Syekh Sayyid Ahmad bin Muhammad Alwi Almaliki.
Pesan inti yang ditekankan dalam kajian tersebut sangat relevan dengan pembentukan karakter santri putri. Ning Nia mengajak para santri putri untuk mencontoh sifat-sifat mulia Sayyidah Khadijah, baik dalam aspek karakter dan watak, keterampilan berbisnis, maupun kecakapan dalam memimpin dan mengambil keputusan. Sosok Sayyidah Khadijah digambarkan sebagai figur perempuan visioner yang mampu menjadi istri yang setia, pemimpin yang amanah, sekaligus pebisnis yang sukses dengan tetap menjunjung tinggi kejujuran.


Antusiasme santri terlihat begitu kuat sepanjang kajian berlangsung. Respons mereka dinilai sangat positif karena materi yang disampaikan menyentuh peran strategis perempuan dalam kehidupan, baik sebagai istri, pemimpin, maupun bagian dari keluarga pebisnis. Bahkan setelah kegiatan usai, para santri yang terlibat dalam siaran langsung di media sosial aktif membagikan kembali ilmu yang diperoleh kepada warganet melalui platform TikTok. Hal ini menunjukkan bahwa nilai-nilai yang disampaikan tidak berhenti di ruang kajian, tetapi turut disebarluaskan sebagai inspirasi kebaikan.
Nilai utama yang ingin ditanamkan melalui materi tersebut adalah pentingnya kejujuran dan amanah dalam setiap peran yang dijalani. Ning Nia menegaskan bahwa kepemimpinan maupun profesionalitas yang dijalankan dengan integritas akan membuahkan hasil yang baik dan penuh keberkahan. Karakter inilah yang diharapkan tumbuh dalam diri setiap santri.


Di akhir penyampaiannya, Ning Nia menyampaikan harapan agar Allah SWT meridhai para santri Singa Putih Modern 3 Putri untuk mampu meneladani sifat-sifat mulia Sayyidah Khadijah. Ia mendorong agar momentum Ramadhan menjadi titik awal pembiasaan karakter tersebut secara konsisten, hingga akhirnya melekat dan menjadi bagian permanen dari kepribadian mereka. Bagi Ning Nia, meneladani Khadijah bukan sekadar memahami sejarah, melainkan menghidupkan nilai-nilainya dalam tindakan nyata sehari-hari.
Kajian Ramadhan ini pun menjadi penegas bahwa pesantren tidak hanya membekali santri dengan ilmu, tetapi juga membangun fondasi karakter muslimah yang tangguh, amanah, dan berjiwa pemimpin (03/03/2026).


