
Surabaya, 3 Februari 2026
MA Unggulan Singa Putih resmi menerima undangan kerja sama penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dari Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya sebagai bagian dari upaya penguatan dan pengembangan kelembagaan pendidikan Islam yang berkelanjutan.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh para Kepala MAN dan MAS se-Jawa Timur, serta didampingi langsung oleh Rektor UIN Sunan Ampel Surabaya, Prof. Akh. Muzakki, M.Ag., Grad. Dip.SEA., M.Phil., Ph.D. Kehadiran pimpinan perguruan tinggi keislaman negeri ini menegaskan komitmen UINSA dalam membangun jejaring strategis dengan madrasah unggulan di Jawa Timur.
Kerja sama ini diarahkan sebagai langkah konkret dalam menghadirkan pendidikan Islam yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing global, sekaligus memastikan kesinambungan proses pendidikan santri dari lingkungan pesantren dan madrasah menuju perguruan tinggi.
Dalam jalur kemitraan yang disepakati, terdapat sejumlah prinsip penting yang menjadi perhatian bersama, khususnya bagi santri lulusan pesantren dan madrasah aliyah. Di antaranya adalah penguatan doktrin keilmuan dan nilai keislaman, penguasaan ilmu alat dan balaghah, konsistensi dalam ritual keagamaan, penanaman etika dan adab, serta pentingnya memiliki komunitas keilmuan agar proses pendewasaan intelektual dan emosional dapat berjalan secara matang.
Salah satu tujuan utama MoU ini adalah membuka ruang pengembangan lebih lanjut bagi santri, sehingga ilmu yang diperoleh di pesantren tidak terputus, melainkan dapat dikembangkan secara akademik di UINSA. Kerja sama ini juga dimaknai sebagai upaya merajut kesinambungan keilmuan dari ma’had madrasah menuju ma’had al-jami’ah UINSA.
Aspek lain yang ditekankan adalah pentingnya menjaga sanad keislaman, yakni mata rantai ilmu, nilai, dan tradisi keilmuan Islam yang harus terus berkesinambungan. Dalam konteks ini, ma’had dipandang memiliki peran strategis dalam pembentukan karakter, keilmuan, dan spiritualitas mahasiswa. Secara psikologis, masa transisi lulusan madrasah aliyah menuju perguruan tinggi merupakan fase yang rawan dan labil, di mana riset menunjukkan adanya kecenderungan penurunan konsistensi ritual ibadah apabila tidak didampingi dengan sistem yang kuat.
Melalui kemitraan ini, fondasi pendidikan ma’had ditegaskan kembali, meliputi penguasaan ilmu-ilmu dasar madrasah, penanaman adab dan tradisi ilmiah, penguatan komunitas religius, serta pengembangan tahfidz dan ibadah secara berkelanjutan.
Pada aspek kurikuler, strategi Ma’had Al-Jami’ah UINSA dirancang melalui integrasi kurikulum diniyah, tahfidz lanjutan, serta halaqah kitab yang dibimbing langsung oleh dosen UINSA, termasuk keterlibatan Rektor dalam penguatan tradisi keilmuan. Sementara itu, pada ranah non-kurikuler, program pendukung meliputi muhadharah dan mabit, penguatan bahasa Arab secara intensif, serta pengembangan jejaring alumni dan mentor senior.
Seluruh program tersebut ditopang oleh sistem pendukung yang mencakup sinergi dosen dan pembina ma’had, penguatan perpustakaan kitab turats, silaturahmi ke ulama pesantren, serta program bridging keilmuan guna memastikan kesiapan akademik dan spiritual mahasiswa.
Melalui kerja sama ini, MA Unggulan Singa Putih dan UIN Sunan Ampel Surabaya menegaskan komitmen bersama dalam membangun ekosistem pendidikan Islam yang berkesinambungan, berakar kuat pada tradisi pesantren, sekaligus adaptif terhadap tantangan global.




