Jumat, 26 Maret 2021, 2 Siswa asal MA Unggulan Singa Putih berhasil meraih medali emas dalam kompetisi tingkat Internasional AYIA-MTE (Asian Youth Innovation-Malaysia Technology Expo) yang berlangsung tanggal 22-26 Maret 2021. Kedua siswa tersebut adalah : Muhammad Alief Dhafa Wahyudi (18) asli Sidoarjo dan Akmalul Umam (16) dari Surabaya. Dalam ajang tersebut mereka menghadirkan Inovasi berjudul “Synthesis of Betacyanins Fiber Sandwich Material Based on Hylocereus polyrhizus for Anti Cancer Hijab: in Vivo Case Study” dengan Ustadzah Nikmatul Ula (23) sebagai Instruktor/Pembimbing.

Ide pembuatan Hijab Anti Kanker ini timbul dari fenomena trend hijab di kalangan remaja muslim Asia. “Hijab selayaknya tidak hanya sekedar alat untuk menutup diri dan aurat. Namun juga memiliki value untuk menjaga tubuh dari paparan penyakit akibat radiasi sinar matahari. Hal ini sekaligus merupakan sebuah pembuktian sains terhadap anjuran menutup aurat dari Al-Qur’an” ujar Alif selaku Ketua Tim.
Inovasi Hijab Anti Kanker telah berhasil menyingkirkan 700 peserta dari 16 negara. Kompetisi AYIA-MTE merupakan ajang terbesar yang mempertemukan penemu, perancang, desainer internasional, pengusaha, universitas, dan lembaga untuk menampilkan penemuan, ide, prototipe, produk dan desain terbaru mereka kepada investor, produsen, distributor dan pemasar, untuk mendorong ide-ide mereka menjadi nyata. Pada tahun 2021, event ini merupakan kali kedua digelar secara virtual semenjak covid 19.
Inovasi ini telah melewati 5 kali proses uji Laboratorium, yakni Uji Absorbansi dan Segmentasi di Lab MA USP Prigen, Uji UV Vis dan FTIR di Lab Univ Brawijaya Malang, serta Uji SEM EDS di Lab Batan Indonesia.
“Kedepannya kami ingin mengembangkan hijab anti kanker secara komersial di Indonesia agar kemanfaatan yang diperoleh dari inovasi bisa lebih meluas. Kami sedang mencari vendor yang dapat memenuhi kebutuhan tersebut.” Terang Akmal.
Menyikapi kemenangan tersebut, Alif mengungkapkan “Ini adalah langkah awal Singa Putih dalam Menyapa Dunia melalui prestasinya. Kedepannya semoga rekan-rekan yang lain dapat meneruskan estafet perjuangan ini untuk menebarkan syiar Singa Putih serta mewujudkan harapan dan cita cita Romo Kyai untuk menjadi Ulama, Pemimpin dan Konglomerat Tingkat Dunia”
Kemenangan ini semakin meneguhkan MA Unggulan Singa Putih sebagai satu-satunya madrasah riset swasta di Kabupaten Pasuruan berdasarkan SK Kemenag RI tahun 2020. Sekolah yang baru berusia 3 tahun ini di daulat sebagai madrasah penyelenggara riset oleh Kementerian Agama Republik Indonesia setelah sebelumnya berhasil meraih juara Runner Up dalam kompetisi tingkat nasional Myres (Madrasah Young Researcher Super Camp) 2020.
Pemenang Gold Medal AYIA MTE 2021


