Kementerian Agama Republik Indonesia kembali menggelar lomba bertajuk Madrasah Young Researcher Super Camp yang ke tiga kalinya.
Dalam kesempatan tersebut, MA Unggulan Singa Putih mengirimkan 6 delegasi tim terbaiknya untuk mengikuti. Dari ke enam tim delegasi, 2 tim diantaranya berhasil lolos dan melaju sebagai semi finalis dalam ajang kompetisi nasional tersebut.

Kabar gembira datang dari salah satu tim di bawah bimbingan Agung Mulyono, M.Pd (31) yang berhasil lolos dan meraih gelar pemenang Myres 2020 sebagai “runner up”.

Tim tersebut terdiri dari Muhammad Habib Basyari (17) dan Muhammad Fardan Al A’dhom (15) yang mengusung judul penelitian “Mata Uang Digital Cryptocurrency dalam Perspektif Hukum Islam”.
Dalam penelitian tersebut, keduanya membahas bagaimana hukum dan legalitas penggunaan cryptocurrency dalam perspektif Islam.
Penelitian dilakukan dengan mewawancarai narasumber dari dalam dan luar negeri, diantaranya : Drs Abdul Halim Said pakar hukum Islam Pondok Pesantren Singa Putih, Dr Syahrudin, M.Sc. Finn (Direktur ICAST Universitas Darussalam Gontor), Tri Wijayanti Septiarini, M.Sc (Dosen Ekonomi Islam Universitas Darussalam Gontor), Andy Firmansyah (CEO ESCX Crypto Indonesia), Prof Ziyaad Muhammad (Internasional Center of Education Islamic Finance Malaysia), Prof Dr. Mohd Masum Billah (Universitas King Abdul Aziz Saudi Arabia), Prof Abdussalam Ismail (Onagun HLC Foundation Dubai).
Keduanya berhasil meraih gelar juara setelah presentasinya yang memukau dan meyakinkan dewan juri terhadap statement yang mereka pegang bahwa cryptocurrency pada saatnya nanti memiliki potensi besar menjadi mata uang dunia.
Dimana dunia saat ini sedang menuju arah digitalisasi dalam segala aspeknya.
Saat ditemui, Fardan mengutarakan “Semua perasaan campur jadi satu, antara senang dan tidak percaya kami berhasil lolos dan menjadi juara”.
Sementara itu ditemui secara terpisah Habib mengutarakan “Semua berkat doa dan bimbingan para guru dan kyai hingga kami bisa sampai di tahap ini. Semoga bisa menginspirasi dan meningkatkan semangat teman teman khususnya di singa putih untuk aktif dan berproses dalam dunia literasi. Sehingga akan melahirkan peneliti peneliti muda selanjutnya. Membudayakan kebiasaan meneliti mulai dari hal terkecil di sekitar kita”
Sebagai runner up, keduanya berhak memperoleh golden ticket untuk diterima di seluruh Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri yang ada di Indonesia, serta beasiswa pendidikan dari Kemenag RI yang sudah diatur sedemikian rupa.
Hadiah tersebut merupakan bentuk motivasi bagi para pemenang terbaik yang telah berhasil mengalahkan 5.600 proposal peserta kompetisi.
Myres sendiri merupakan ajang kompetisi yang didesain untuk menumbuhkan budaya meneliti di kalangan siswa madrasah.
Termasuk mengasah potensi intelektual, sekaligus mendorong pencapaian hasil penelitian mereka yang orisinal, berkualitas, dan kompetitif.
MYRes 2020 dilaksanakan dalam beberapa tahap.
Tahap penerimaan naskah proposal dan pengumuman penilaian proposal yang berakhir pada 14 Oktober 2020, tahap pendalaman presentasi proposal pada 19 – 22 Oktober 2020, dan pelaksanaan penelitian di 28 Oktober – 20 November 2020.
Selanjutnya penerimaan naskah hasil penelitian pada 22 November 2020, serta presentasi Finalis di tanggal 28 dan 29 November 2020.
Seluruh rangkaian kegiatan ini diadakan secara online.
Menyikapi pemenang Myres 2020 tersebut, secara eksklusif Happy Candra selaku MC Kenegaraan Istana Presiden mengungkapkan apresiasinya melalui video. “Di usianya yang masih sangat belia, 4 tahun berdiri sudah mampu menorehkan prestasi di ajang nasional merupakan suatu hal yang sangat membanggakan.
“Saya yakin, santri singa putih ke depannya akan mampu mewarnai dunia dengan prestasi-prestasinya di kancah Internasional”, ujarnya dalam video yang berdurasi 1 menit tersebut.
Selain itu, Romo KH Saifulloh Arif Billah selaku Pengasuh Pondok Pesantren Singa Putih memberikan apresiasi berupa beasiswa pendidikan senilai Rp 7.500.000 kepada peserta didik yang berhasil memenangkan perlombaan.
“Semoga kemenangan ini tidak menjadikan ananda takabur, senantiasa meningkatkan rasa syukur dan semakin merunduk dalam kearifan, ketaatan dan terhindar dari segala bentuk kemunafikan-kemunafikan terangnya. (Dn)/Dianis Nurwati


